Menjelajahi Legenda Kuliner di Restoran Lara Djonggrang Jakarta
Menjelajahi Legenda Kuliner di Restoran Lara Djonggrang Jakarta
Terletak strategis di jantung kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Restoran Lara Djonggrang menawarkan lebih dari sekadar pengalaman bersantap; tempat ini adalah perjalanan melintasi waktu dan budaya Nusantara yang kaya. Restoran ini, bagian dari Tugu Hotels Group, menempati rumah peninggalan Belanda yang antik dari awal abad ke-20, mempertahankan karakteristik aslinya dan memadukannya dengan koleksi seni serta artefak kuno Indonesia. Begitu melangkahkan kaki ke dalam, pengunjung seolah dibawa kembali ke masa kejayaan Kerajaan Majapahit di abad ke-14, dengan suasana mistis dan romantis yang kental.
Arsitektur, Interior, dan Suasana
Setiap sudut Lara Djonggrang adalah galeri seni yang hidup. Interiornya yang dramatis dihiasi oleh ukiran batu tua, lukisan, patung dewa-dewa Tiongkok, dan ornamen tradisional yang menceritakan kisahnya sendiri. Ruangannya beragam, masing-masing dengan tema unik, seperti Ruang Soekarno yang menyimpan furnitur asli milik presiden pertama Indonesia, atau Ruang China Blue yang didominasi warna biru dan merah dengan aksen oriental. Alunan musik gamelan tradisional sering kali mengiringi pengalaman bersantap, menambah nuansa Jawa kuno yang otentik. Suasana ini, meskipun terkadang gelap dan misterius, sangat cocok untuk acara spesial, jamuan bisnis, atau makan malam romantis yang berkesan.
Pengalaman Kuliner “Imperial Indonesian Cuisine”
Menu di Lara Djonggrang terinspirasi dari perjalanan kerajaan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit yang menjelajahi Nusantara. Hasilnya adalah interpretasi modern dari “imperial Indonesian cuisine” atau masakan kerajaan Indonesia, dengan lebih dari 91 menu khas Nusantara dari berbagai daerah. Hidangan disajikan dengan presentasi yang unik dan artistik; nasi bisa dicetak menyerupai kepala wayang atau sate disajikan di atas wadah cangkang kerang besar.
Beberapa menu andalan yang wajib dicoba antara lain Nasi Merah Gunung Kidul yang berisi sayur lodeh, ayam goreng, dan https://www.tedsfishfry.net/ sambal bawang, atau Pasar Sate Tugu yang menyajikan berbagai macam sate (sapi, kambing, ayam, lilit, cumi) dalam satu tempat panjang. Hidangan laut seperti cumi bumbu sereh dan ikan gurame terbang juga populer di kalangan pengunjung. Untuk hidangan penutup, pilihan seperti es campur Mahameru atau bubur bola ubi menjadi penutup yang manis untuk petualangan kuliner ini.
Secara keseluruhan, Lara Djonggrang bukan hanya tempat makan; ini adalah destinasi wajib bagi pecinta kuliner dan budaya yang ingin merasakan kekayaan sejarah Indonesia melalui indra perasa dan penglihatan.

دیدگاهتان را بنویسید